Keterangan Gambar : Manager Marketing Astra Motor Kaltim 1, Andreas Nathanael.
Poroskaltim.com, BALIKPAPAN - Astra Motor Kaltim 1 mencatat pertumbuhan penjualan sepeda motor Honda sebesar 3 persen pada Mei 2026 dibandingkan bulan sebelumnya. Capaian tersebut menjadi sinyal positif di tengah perlambatan ekonomi yang masih dirasakan di Kalimantan Timur.
Manager Marketing Astra Motor Kaltim 1, Andreas Nathanael, mengatakan peningkatan penjualan secara bulanan menunjukkan daya beli masyarakat mulai membaik, meskipun kondisi ekonomi daerah masih menghadapi berbagai tantangan.
“Secara penjualan, pada Mei kami masih mencatat pertumbuhan sekitar 3 persen dibandingkan April 2026,” kata Andreas saat menghadiri kegiatan peringatan HUT ke-56 Astra Motor di Kantor FIFGROUP Cabang Balikpapan, Sabtu (6/6/2026).
Meski demikian, secara kumulatif hingga Mei 2026, penjualan sepeda motor Honda di wilayah Kalimantan Timur masih berada di bawah capaian tahun sebelumnya. Menurut Andreas, kondisi tersebut tidak terlepas dari perubahan struktur ekonomi daerah yang selama beberapa tahun terakhir ditopang oleh proyek-proyek besar.
Ia menjelaskan, pada periode 2023 hingga 2024, perekonomian Kalimantan Timur mendapat dorongan signifikan dari pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), proyek Refinery Development Master Plan (RDMP), serta sektor pertambangan batu bara. Namun, memasuki 2026, ketiga sektor tersebut mulai memasuki fase yang berbeda.
“Pembangunan IKN kini memasuki fase yang lebih normal dibanding sebelumnya. RDMP juga sudah masuk tahap produksi, sementara sektor batu bara menghadapi penyesuaian kuota produksi. Kondisi ini berdampak pada aktivitas ekonomi dan daya serap tenaga kerja,” ujarnya.
Meski volume penjualan secara tahunan masih mengalami penurunan, Astra Motor Kaltim 1 tetap optimistis terhadap prospek pasar pada semester kedua tahun ini. Perusahaan meyakini berbagai kebijakan pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat akan menjadi pendorong pemulihan ekonomi daerah.
Andreas juga menilai pelemahan nilai tukar rupiah berpotensi memberikan dampak terhadap sektor industri dan dunia usaha di Kalimantan Timur, mengingat banyak perusahaan masih bergantung pada kebutuhan impor, baik untuk sektor pengolahan minyak, kelapa sawit, maupun pertambangan.
“Pengaruhnya tentu ada, tetapi seberapa besar dampaknya terhadap konsumen masih perlu dicermati lebih lanjut. Namun kami tetap optimistis kondisi ekonomi akan membaik pada semester kedua,” katanya.
Optimisme tersebut sejalan dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan akan menguat pada paruh kedua 2026. Dengan dukungan kebijakan pemerintah serta stabilitas aktivitas usaha di daerah, Astra Motor Kaltim 1 berharap pasar otomotif dapat kembali tumbuh dan menopang pemulihan ekonomi Kalimantan Timur. (man)
Tulis Komentar