Acara yang dihadiri berbagai unsur maritim itu melibatkan sejumlah pihak, di antaranya KSOP Balikpapan, Lantamal, serta asosiasi pelayaran dan logistik seperti INSA, ALFI/ILFA, APBMI, dan APINDO.
General Manager Pelindo Regional 4 Balikpapan, Suhadi Hamid, mengatakan bahwa kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang konsolidasi bagi seluruh pihak yang terlibat dalam aktivitas kepelabuhanan di Pelabuhan Semayang, Balikpapan.
Menurutnya, pertemuan ini menjadi kesempatan untuk saling bertukar pandangan terkait pelayanan kepelabuhanan, sekaligus menyerap masukan dari para mitra kerja, termasuk mengenai aspek regulasi dan pemenuhan kewajiban seperti penerimaan negara bukan pajak (PNBP).
“Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat silaturahmi keluarga besar maritim di Pelabuhan Semayang. Selain itu, kami juga memanfaatkan momen ini untuk berdiskusi mengenai pelayanan yang sudah berjalan serta menerima berbagai masukan dari para mitra,” ujarnya.
Lebih lanjut, Suhadi menuturkan bahwa pembahasan juga difokuskan pada kesiapan menghadapi angkutan mudik Lebaran 2026. Diskusi yang berlangsung secara terbuka memungkinkan para stakeholder menyampaikan berbagai kendala maupun usulan solusi demi kelancaran arus penumpang dan kendaraan di kawasan pelabuhan.
Salah satu perhatian utama dalam pertemuan tersebut adalah upaya mengurai potensi kemacetan saat lonjakan penumpang, khususnya di akses jalan menuju pelabuhan seperti di kawasan Jalan Sulawesi Rumi.
Dari hasil diskusi, muncul sejumlah rekomendasi, salah satunya perubahan fungsi Gate 1 di pelabuhan yang sebelumnya digunakan untuk akses masuk dan keluar kendaraan. Ke depan, gate tersebut diusulkan hanya difungsikan sebagai jalur masuk.
Selain itu, para pihak juga sepakat untuk membuka kembali satu akses pintu di depan kantor KSOP yang selama ini tertutup. Pembukaan jalur tersebut diharapkan dapat membantu mengurai kepadatan kendaraan yang keluar masuk kawasan pelabuhan.
“Alhamdulillah usulan tersebut juga mendapat rekomendasi dari KSOP untuk segera ditindaklanjuti. Harapannya, arus kendaraan di area pelabuhan bisa lebih tertata dan kemacetan dapat diminimalkan,” jelasnya.
Pelindo menargetkan penataan sistem akses tersebut dapat mulai diterapkan setelah periode Lebaran, tepatnya pada awal April 2026. Sebelum diterapkan, sejumlah pembenahan akan dilakukan, termasuk pada sistem pengelolaan gate dan pemantauan kendaraan.
Sistem tersebut nantinya juga akan terintegrasi dengan upaya pengawasan terhadap kendaraan logistik, khususnya terkait kepatuhan terhadap batas muatan kendaraan. Hal ini dilakukan untuk membantu mengurangi potensi kerusakan jalan akibat kendaraan dengan muatan berlebih.
Di sisi lain, Pelindo juga telah melakukan berbagai persiapan menyambut arus mudik Lebaran sejak awal Februari 2026. Persiapan tersebut dilakukan dengan mengedepankan komitmen pelayanan yang optimal bagi para penumpang.
Dengan mengusung semangat pelayanan “melayani sepenuh hati”, Pelindo menekankan pentingnya memberikan layanan yang humanis kepada para pemudik yang menggunakan fasilitas di terminal penumpang.
“Kami telah mengimbau seluruh petugas di lapangan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para pemudik. Harapannya, masyarakat yang berangkat dari Balikpapan dapat merasa aman, nyaman, dan tiba di tujuan dengan selamat,” pungkas Suhadi. (man)
Tulis Komentar